Assalamu’alaikum bloggers,
Alhamdulillaah sebulan kemarin seluruh umat Islam di dunia telah menunaikan ibadah di bulan Ramadhan 1445 H. Puasa dimulai dari hari Selasa tanggal 12 Maret 2024 kemarin sampai hari Selasa tanggal 8 April 2024. Dilanjut dengan Idul Fitri yang jatuh pada hari Rabu 9 April dan 10 April 2024. Kemudian bagi beberapa orang masih ada yang melanjutkan ibadah puasa di bulan Syawal. Alhamdulillaah, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Teman-teman, saat momen lebaran kemarin sepintas saya membaca postingan seorang penulis yang mampir di feed medsos saya, begini kata-katanya,
“Bu, tiap jelang lebaran begini hari-hari terasa lebih panjang. Hatiku pecah berkali-kali tiap kali ingatan datang menghampiri. Aku terlalu lemah untuk berpura-pura tidak apa-apa. Kenyataannya perasaan itu memang sedang berantakan. Ruang hampa di dalam diriku dan suaramu memanggil dari jauh sekali. Sepi yang terus kusembunyikan sepanjang hari rasanya sakit sekali.”
– boycandra-
Seketika saya terhenyak setelah membacanya, saya merasakan betapa terhubungnya isi postingan tersebut dengan apa yang sedang saya rasakan saat itu. Di satu sisi saya yakin Insya Allah almarhumah Ibu saya husnul khotimah dan diberi kenikmatan di alam kuburnya. Namun di sisi lain, bagi saya yang ditinggalkan ini masih memiliki satu lubang di hati yang sampai sekarang belum dapat ditutup oleh apapun. Mulai dari semua pengalaman hidup saya sedari kecil bersama almarhumah Ibu, 2 tahun menjelang kematiannya, detik-detik saat mendampingi sebelum kepergiannya, bahkan hingga kemelut-kemelut yang saya alami setelah kepergiannya pun, telah memberikan tamparan keras dan pelajaran yang amat berharga untuk saya. Rupanya benar bahwa kematian adalah sebaik-baiknya nasihat dalam kehidupan. Semua pelajaran hidup itulah yang sekarang telah menjadi keyakinan serta sudut pandang saya yang baru dalam memandang kehidupan serta manusia-manusia yang ada di sekitar saya.
- Rumah bukanlah semata tempat kita tinggal dari kecil hingga dewasa, namun rumah adalah tempat kita merasa diterima dengan utuh, dicintai tanpa syarat, dibina serta ditemani untuk tumbuh dan berkembang bersama menjadi manusia yang lebih baik.
- Rumah harus menjadi jangkar, pelabuhan dalam badai, tempat berlindung, dan tempat yang menyenangkan untuk tinggal.
- Keluarga tidak dibatasi oleh hubungan darah. Keluarga adalah support system terbaik, tim terbaik, tim tersetia, tak pernah ingkar, tak pernah berkhianat, dan tak pula mengambil keuntungan dari anggota keluarga lainnya. Keluarga selalu saling menopang, saling bersyukur atas kehadiran satu sama lain, tak pernah merasa tersaingi, atau pun merasa dengki satu sama lain. Kamu sakit, aku sakit, mari kita obati bersama. Kamu jatuh, aku terluka, mari bangkit bersama. Kamu gagal, aku merasa bodoh karena tak mengingatkanmu, mari kita belajar lagi bersama-sama agar menjadi lebih pintar dan berhasil.
- Jika kau temukan sesiapa pun yang tulus dan peduli padamu seperti keluarga, maka jangan lupakan atau lepaskan. Karena semakin bertambah usiamu, semakin sulit menemukan keluarga sejati.
- Waktu kita di dunia ini terbatas. Setiap manusia hanya dijatah 24 jam dalam sehari. Entah sampai kapan kita diberi kesempatan untuk beribadah dan berjuang meraih cita-cita di dunia ini, maka janganlah membuang waktu untuk setiap perbuatan, pikiran, dan makhluk lain yang tidak berguna untuk masa depanmu.
- Perhatikan apapun yang kau konsumsi di dunia ini. Segala yang masuk ke dalam pikiranmu, perasaanmu, otakmu, perutmu, tubuhmu, haruslah yang berguna, membahagiakan dan mendatangkan kebaikan.
- Hentikanlah hobimu menimbun segala hal, mulai dari barang tak terpakai, hubungan-hubungan tak sehat, hingga perasaan-perasaan dendam dan sakit hati akan masa lalu. Belajarlah untuk menikmati, mensyukuri serta menghargai diri sendiri. Setelah kau mampu membahagiakan dan memuliakan dirimu, baru kamu bisa membahagiakan serta menghargai dan memuliakan orang-orang yang kau sayangi dan sayang padamu.
- Jangan sekali-kali merasa bersalah atas usahamu membuang! baik itu membuang benda-benda tak terpakai, hingga membuang semua hubungan toxic dan tak baik. Semesta terlalu luas untuk kita yang hanya terjebak dalam satu kubangan. Tinggalkan segala kesia-siaan. Kau cukup tau dan cukup kompeten untuk memutuskan masa depanmu sendiri. Tak perlu khawatir akan masa depan, Allah Maha Tahu, Allah Tidak Tidur, dan Allah tidak akan menelantarkan umatnya yang senantiasa bersabar.
Selama Allah masih ridhokan nafas yang berhembus, hiduplah dengan benar kali ini. Sikap kita boleh saja terkendali dan bersahaja, namun hidup kita tetaplah harus Hebat, Megah dan Luar Biasa.
“Aku akan mulai menjalani kehidupan dengan bahagia, sebahagia yang almarhumah Ibuku inginkan agar kehidupan itulah yang terjadi dalam kehidupannya.”


Leave a comment